Membangun Kasih Sayang
Mengawalkan hari dengan pagi, mengawali magfirah-Nya, hidayah-Nya
dan mengawali pembagian rezeki-Nya. Melalui pagi, Allah menyeru
hamba-Nya untuk mengejar semuanya penuh semangat dengan mata dan tangan
terbuka menyambut karunia-Nya.
Pagi ini pun masih kuawali dengan mengharapkan cucuran rahmat Allah.
Tapi apa itu perkenalan? Kadang aku bertanya "mengapa Allah telah
mempertemukan aku dengan Yusuf? Bila nyatanya Yusuf itu nyebelin"
Difikir-fikir Yusuf itu pinter,ganteng. Ihh tapi dia nyebelin. Makin
lama, makin hening. "Kenapa Otakku melayang mikirin pangeran nyebelin
itu?"
"Hasna.Hasna.Hasna" suara Yusuf begitu keras mengusikku dari lamunan.
"Ihh apasih.ngeganggu aja" dengan nada kaget aku
ungkapkan,ternyata Yusuf manggil aku semenjak aku ada di pengajian.
"Dari tadi dipanggil. Emang lagi mikirin siapa?hayo, ngaku aja!" Mulutku
rapat sulit untuk bergerak. Cuma hatiku yang menyahut "Mikirin Yusuf"
Tanpa ada jawaban dari aku, kejailan Yusuf muncul lagi.
"Udah jangan
banyak ngelamun. Ini Al-Qurannya jangan didiemin. Mending Al-Qurannya
buat aku aja ya :). Makasih Al-Qurannya"
" ih jangan. Itu Al-Quran aku.
Kalo diambil aku jadi ga punya. Nanti kalo beli lagi, sekarang lagi ga
punya duit." Ternyata suara aku diabaikan sama Yusuf yang langsung pergi
ninggalin pengajian.
"Umiii. Al-Quran Hasna diambil Yusuf. Umi, itukan Al-Quran kesayangan Hasna"
" Hasna. Ikhlasin aja ya. Lagi pula kalo
yusuf jail kan tanda peduli juga.hehe. kamu tau kabar Yusuf sekarang?
Hari ini, hari terakhir Yusuf dateng dipengajian Masjid Al-Hidayah.
Yusuf mau menuntut ilmu di Pondok Pesantren. Ini ada titipan surat dari
Yusuf, dibaca ya" senyuman umi berusaha untuk mendamaikan hati aku.
Assalamualaikum..
Hasna aku pamit ya.aku harus pergi mau menuntut ilmu. Meskipun sekarang
aku terakhir ketemu sama Hasna, tapi terakhir bukan untuk berakhir kan?
Hasna harus jaga diri. Sholatnya jangan ditinggalin. Jangan lupa berdoa
juga.
Wassalamualaikum
Pangeran Nyebelin Yusuf
Yusuf selalu ngingetin aku kebaikan, tapi demi nuntut ilmu. Kucoba
semuanya dengan ikhlas termasuk Al-Quran aku. Semoga semua ini jalan
yang terbaik.
Sekarang hari-hari aku sibukan dengan banyak membaca, dan mencoba mulai
menulis. Waktu berlalu begitu saja tanpa salam menjauh dari masa lalu.
Langkanya begitu halus, hanya meninggalkan setitik jejak yang begitu
kecil hingga terkadang lupa untuk dikenang. Putaran rotasi bumi berulang
kali menenggelamkan sang mentari sebagai penghapus bagi goresan
kenangan yang pudar menjadi secercah bayangan samar.
"Waalaikumusalam. Hasna hati-hati ya.
" Senengnya hati ketika mencoba untuk ngirim surat ke Yusuf. Macet yang terjadi, lelah yang dirasa. Semuanya hilang saat sampai di kantor pos. Ketika memasuki kantor pos, seketika bunyi ponsel memghentikan langkahku
"Assalamualaikum. Hasna. Hasna.Hasna. Ini umi. Yusuf na"
"Waalaikumusalam. Iya umi, ko umi nangis? Yusuf kenapa mi?" kebinggungan aku membuat nada menjadi gugup juga.
"Tadi Yusuf kerumah.
Pas ternyata kamu ke kantor pos, yusuf mau jemput kamu. Tapi ternyata
diperjalanan Yusuf ditabrak truk. Kondisi Yusuf dalam keadaan kritis.
Dia manggil-manggil nama kamu. Kamu buruan ke rumah sakit." Tanpa aku
jawab. Aku langsung matikan ponsel itu. Kini wajahku sudah berubah
menjadi mendung penuh kekhawatiran akan keadaan Yusuf. Surat yang ada
ditangan pun jatuh. Aku beranjak pergi kerumah sakit.
Sesampai dirumah sakit, aku langsung memasuki ruang ICU.
"Assalamualaikum". Salam yang hanya bisa aku tebarkan, terlihatlah begitu banyak alat yang menutupi
ditubuhnya. Tapi aku berusaha untuk menutupi kesedihan ini.
Tiba datanglah umi. Yang dari tadi sibuk mendoakan kondisi Yusuf, segera
memberikan surat "Hasna. Ini umi nemuin surat di dompetnya Yusuf. Kamu
baca ya"
Assalamualaikum.
Hasna. Apa kabarnya? Jarak memang menyiksa. Tapi jarak juga yang
mengajarkan kita "apa itu rindu". Allah telah mempertemukan aku untuk
mengenalnya yaitu sosok yang menenangkan hati. Dia adalah kamu. Wanita
yang berusaha istiqomah dalam kebaikan. Ya. Aku merasakan kesejukan hati
bersamanya. Semoga disaat aku pulang nanti, aku akan menggantikan
Al-Quran yang telah aku ambil dengan hafalan Al-Quran untuk menjadi
teman hidup yang akan ada untuk selama lamanya.
Wassalamualaikum
Alfakir ilallah (Yusuf)
Tidak berapa lama,seolah suasana makin kacau. Tim dokter dan suster
begitu sibuk dan kerepotan. Mereka sedang mempersiapkan alat pacu
jantung. Innalillahi wa innailaihi raji'un. Tenyata nyawa Yusuf sudah ga
mampu ditolong.
Yusuf semoga kamu bisa Washilul arham karena udah berjuang dalam menjaga
perasaan ini. Aku hanya bisa mendoakan kamu dapat meraih tempat yang
damai disurga. Amin, ya Allah, Ya Mujiba Sa'ilin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar