Selasa, 05 April 2016

Membandingkan karakteristik Novel angkatan 20 dan 30 an.




DARAH MUDA
KARYA : ADINEGORO


  Setelah sepuluh tahun lamanya Nurdin menuntut ilmu di Sekolah Dokter (Stovia), akhirnya pemuda asal minangkabau itu berhasil juga menyelesaikannya dengan baik. Resmilah ia menjadi seorang dokter. Segera ia bermaksud menjumpai orang tuanya. Dalam perjalanan ke kampung halamannya itu, ia bertemu dengan seorang gadis asal Sunda, bernama Rukmlni. Gadis yang telah menjadi guru HIS itu, bersama ibunya, bermaksud ke Bangkahulu. Bagi Nurdin, pertemuannya dengan Rukmini di kapal, punya arti yang sangat mendalam. Setidak-tidaknya telah membuat sifat Nurdinyang tadinya pendiam jika berhadapan dengan wanita—jadi berubah, la pun berusaha untuk dapat berkenalan dengan gadis itu.

 Seperti rencananya semula, Nurdin tidak lama tinggal di rumah orang tuanya di Padang. Ia segera kembali ke Betawi, kemudian bekerja di CBZ, sebuah rumah sakit besar. Setahun kemudian, ia dipindah tugaskan ke Bukittinggi. Tentu saja, Nurdin senang dengan kepindahannya itu karena di sana ia akan merasa lebih bebas melaksanakan tugas-tugasnya. Terlebih lagi orang tuanya yang berharap agar anaknya itu segera mendapatkan jodohnya. “Hanya pengharapan mereka, mudah-mudahan anak mereka, …jangan hendaknya jatuh ke tangan seorang bangsa asing lain.”
Suatu hari, ketika Nurdin tinggal di rumah pamannya di Padang, ia diajak pamannya ke sebuah rapat yang merencanakan mendirikan sekolah swasta. Pada saat itulah, ia mendengar bahwa ada seorang guru perempuan yang melamar pekerjaan di sekolah itu. 

  Ternyata, guru yang dimaksud tidak lain adalah Rukmini. Rapat itu kemudian secara bulat menyetujui penerimaan Rukmini menjadi guru sekolah itu.
Dalam pada itu, pamannya punya rencana lain, la ingin agar Nurdin bersedia dijodohkan dengan putrinya. Secara tersirat, hal itu di kemukakannya kepada Nurdin. Sebaliknya, dokter muda itu punya pikiran lain dalam memandang soal perjodohan. Bahkan, ia mengecam adat perkawinan Minangkabau—terutama yang membolehkan poligami—yang menurutnya harus segera dihilangkan.

  Seminggu menjelang Nurdin mengawali pekerjaannya di Bukittinggi, tanpa diduga, ia berjumpa lagi dengan Rukmini di stasiun Padang. Mereka kemudian mengobrol berbagai hal yang membuat sepasang manusia itu semakin akrab. Bagi Nurdin, pertemuan itu justru membuatnya selalu digoda perasaannya yang tak mudah melupakan gadis Sunda itu. Demikian juga Rukmini. la mulai tertarik dan punya perasaan lain terhadap dokter yang masih lajang itu. Maka, sudah dapat diduga, hubungan mereka pun semakin erat, teristimewa ketika ibu Rukmini jatuh sakit. Hal itu pula yang memungkinkan Nurdin punya kesempatan lebih sering datang ke rumah Rukmini. Nurdin kemudian berketatapan hati untuk melamar gadis priangan itu ketika yakin bahwa cintanya berbalas.

  Sementara itu, Ibu Nurdin yang melihat hubungan anaknya dengan Rukmini semakin erat, merasa kurang senang. Menurutnya, sesuai dengan adat yang berlaku, Ibu Rukmini yang mestinya datang kepadanya meminta Nurdin menjadi suami putrinya. Sebab, dalam anggapan ibu Nurdin, anaknya termasuk seorang terpandang yang berpangkat tinggi. Jika ia datang ke rumah ibu Rukmini, hal itu dianggap sebagai perbuatan yang tercela. Di samping itu. perbuatan demikian juga berarti anaknya dianggap sebagai lelaki yang sudah tidak laku.
Demikianlah, atas pertimbangan itu, jalan yang harus dilakukan adalah memutuskan hubungan anaknya dengan Rukmini. Ibu Nurdin kemudian datang ke rumah Rukmini, tetapi bukan untuk membicarakan soal perkawinan anaknya dengan Rukmini, melainkan menyampaikan berita bahwa Nurdin akan segera dikawinkan dengan seorang gadis anak mamaknya. Sesungguhnya, ini hanya siasat Ibu Nurdin agar Rukmini tak lagi berhubungan dengan anaknya.

  Malam harinya, datang pula rekan sejawat Rukmini, guru Harun. Lelaki yang menurut pengakuannya baru menceraikan istrinya itu, menceritakan perihal Nurdin; bahwa dokter itu bulan depan akan melangsungkan perkawinan dengan seorang gadis yang kini masih berada di Betawi. Dalam kesempatan Itu, diutarakan pula keinginan Harun untuk memperistri Rukmini.

  Dalam usaha memutuskan hubungan, Rukmini dengan Nurdin, Harun masih menggunakan tipu muslihat lain. la mencuri foto Rukmini dari rumah Gafur, sahabat Rukmini. Esoknya, ia pura-pura sakit dan kemudian memanggil dokter Nurdin. Nurdin tentu tidak tahu akal buruk Harun. Yang jelas, begitu ia selesai memeriksa Harun, la melihat foto gadis pujaannya itu, tergeletak di atas meja di samping tempat tidur pasiennya. Tentu saja Nurdin kaget dibuatnya dan kemudian bertanya tentang foto itu. Kesempatan inilah yang dipergunakan Harun untuk membuat cerita bohong tentang Rukmini. Tanpa diselidiki dahulu, Nurdin percaya pada cerita Harun, la pun segera memuluskan hubungan dengan Rukmini sungguhpun dengan perasaan berat.

  Melihat perkembangan itu, Ibu Nurdin tentu sangat gembira, la merasa tipu muslihatnya telah berhasil. Sebaliknya, Nurdin yang begitu kecewa, tidak peduli lagi dengan keadaan di sekelilingnya. Begitu pula Nurdin, tidak lagi memperhaikan kesehatannya. Timbullah penyesalan dalam diri orang tua Nurdin sampai akhirnya
Ia sakit. Penyesalan yang berkepanjangan Itu rupanya tak dapat ditahan-tahan lagi. Ibunya lalu mengakui kesalahannya, telah berusaha memutuskan hubungan anaknya dengan Rukmini. Tidak berapa lama setelah itu, ibunya meninggal dunia.
belakangan, datang pula kabar tentang Harun. Lelaki itu ternyata telah melakukan berbagai kejahatan hingga dijebloskan ke penjara. Di penjara Harun menghabisi nyawa nya sendiri dengan cara menggantung diri.

 Pengakuan Ibunya dan berita bunuh diri Harun, telah menyadarkan Nurdin bahwa sesungguhnya hubungannya yang putus dengan Rukmini, tidak hanya perbuatan Ibunya semata-mala. Tetapi juga karena akal jahat Harun. Namun, keadaan demikian Itu juslra membuat Nurdin amat menderita; suatu penyakit yang ia sendiri tak tahu obatnya.
Nurdin begitu menyesali perbuatan yang telah dilakukan almarhumah ibunya. Lebih dari itu, kini perasaan rindunya kepada Rukmini makin tak tertahankan, apalagi mengingat bahwa Rukmini sama sekali tidak berdosa. Kini, Nurdin benar-benar sakit demam, panas, dari mulutnya meluncur terus nama Rukmini. Maka, segera ia menyuruh seseeorang untuk menjemput Rukmini dan menyatakan penyesalannya.

  Petang harinya Rukmini datang memenuhi panggilan Nurdin. Sepasang anak manusia itu pun bertemu kembali. “Waktu mereka mula-mula bertemu muka, mereka bertentang-tentangan sejurus lamanya, dan yang sejurus itu cukuplah akan menyatakan kepada mereka masing-masing, bahwa api percintaan, yang ada di dalam hati mereka masing-masing, belumlah padam,sungguhpun selama Ini tidak kelihatan keluar.”
Belakangan, setelah Nurdin membaca buku harian Rukmini, ia tambah yakin akan kesetiaan gadis Sunda itu. Maka tak ada alasan bagi Dokter Nurdin, selain segera membangun rumah tangga bersama Rukmini.












Judul : Neraka Dunia
Pengarang : Nur Sutan Iskandar

Novel ‘Neraka Dunia’ menceritakan tentang kisah sedih seorang pemuda bernama Ahmad Salam Bin Haji Munir, seorang pengusaha muda yang sukses meneruskan toko `Usaha Kita` milik Ayahnya. Di masa mudanya Ia memiliki kenangan yang kelam. Setiap malam ia pergi keluar untuk mencari kesenangan sesaat. Hal itu sering ia lakukan, hingga ia bertemu dengan Siti Delima, seorang anak komidi bangsawan. Bersamanya ia pergi sampai ke Surabaya. Namun disana ia ditinggalkan begitu saja oleh Siti Delima. Lalu bertemu dengan Sulastri, kejadian bersama Siti Delima kembali terulang, Sulastri menghilang tanpa jejak.
Dalam pergaulannya bertemulah Ahmad Salam dengan seorang pemuda bernama Aladin.Dengan pemuda inilah ia merasa cocok untuk mencari kesenangan di kota Surabaya tersebut. Tidak mengherankan apabila mereka berdua hafal benar tempat tempat “pelacuran” di kota ini. Begitulah Ia habiskan malam dengan penuh suka di lorong-lorong hitam tersebut. Karena seringnya, mereka berdua menderita penyakit raja singa atau sifilis. Aladin yang dirawat di rumah sakit, akhirnya meninggal .Sementara Ahmad Salam, setelah memeriksakan diri ke seorang dukun, dinyatakan sembuh.Setelah dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut,kembalilah Dia ke Jakarta untuk meneruskan usaha ayahnya sebagai pemilik toko.

Suatu malam atas jasa Rusli, Ahmad Salam bertemu dengan Aisah.Karena  kecantikan Aisah, ia sangat terpikat dengan gadis yang membuat hatinya tergoda, akhirnya ia menikah dengan Aisah dengan penuh cinta dan kebahagiaan, tanpa memberitahukan penyakit yang dideritanya, karena takut Aisah menolaknya.
Buah hati yang diharapkan pun akan segera menemani hidupnya, namun penyakit lama yang ia derita, selalu menghantuinya dan membuat ia takut terjadi sesuatu pada anak dan istrinya tercinta. Semakin tua kandungan Aisah, kondisinya semakin lemah. Anak yang dilahirkannya pun tidak begitu sehat, bayi tersebut bertubuh kecil serta kering. Belum sebulan hidup didunia anak itu kembali mengahadap Sang Pencipta. Sementara Aisah hilang kesadaran dan membuatnya hampir gila, Aisah benci pada Ahmad Salam yang telah membohonginya dan membuat hidupnya sengsara. Melihat keadaan demikian banyak yang prihatin.Atas kesabaran kerabatnya serta perawatan dokter yang rutin,akhirnya Aisah sembuh dari penyakitnya, begitu pula Ahmad Salam akhirnya sembuh pula dari penyakitnya.Setelah itu, mereka memulai lagi kehidupan rumah tangga dan hidup berbahagia.


   KD.15.2. Membandingkan karakteristik Novel angkatan 20 dan 30 an.

NO.
NOVEL ANGKATAN 20-AN
JUDUL : DARAH MUDA (1927)
PENGARANG : ADINEGORO
NOVEL ANGKATAN 30-AN
JUDUL : NERAKA DUNIA (1937)
PENGARANG : NUR SUTAN ISKANDAR
1.
Adat :
-      Menurut adat yang berlaku, jika seorang laki-laki menyukai seorang perempuan, maka ibu dari perempuan itulah yang harus menghampiri lelaki itu, untuk meminta lelaki itu menjadi suami untuk anaknya. 
Adat:
-      Sebagai orang islam Ahmad membantu kedua orang tuanya yang sedang oergi haji, tapi dalam pergaulannya bersama Aladin telah menyeret Ahmad Salam ke dalam jurang nista


Kebiasaan :
-      Selalu berbuat baik kepada orang yang dicintai agar tertarik dan ingin menikah.
-      Jika akan menikah, harus diutamakan memakai adat minangkabau, terutama yang membolehkan poligami, menurutnya harus segera dihilangkan.
Kebiasaan :
-      Ahmad Salam setiap malam bersama Aladin menghabiskan waktu untuk memburu kenikmatan bersama perempuan-perempuan.
-      Ahmad Salam membohongi Aisah tentang penyakit yang dideritanya.

Moral :
-      Perilaku baik Nurdin :
Selalu membantu orang tua dan rela berkorban untuk orang yang disayanginya.
Perilaku baik Rukmini :
Selalu mensuport apa yang dilakukan kekasihnya dalam hal yang baik, dan selalu patuh kepada orang tuanya.
-      Perilaku buruk Harun :
Membohongi orang untuk menceritakan kejelekan orang lain, yang ternyata kejelekan itu tidak ada pada diri orang tersebut.

Moral :
-      Perilaku baik Ahmad:
Membantu kedua orang tuanya untuk meneruskan toko “Usaha Kita”
-      Perilaku buruk Ahmad:
Suka berbohong kepada istrinya dan suka memburu kenikmatan bersama perempuan-perempuan.
2.
Karakteristik :
A.  Tema: Kesetiaan dan kepedulian seorang lelaki
B.    Bahasa : bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia dan ada sedikit campuran bahasa padang.
C.  Gaya cerita :  gaya cerita yang digunakan dalam novel “ Darah Muda” ini adalah gaya cerita zaman dahulu. Terdapat beberapa kalimat yang menggunakan bahasa perumpamaan dan bahasa yang digunakan sopan, singkat, padat, dan mudah dimengerti.
Karakteristik:
A.  Tema : Kesetiaan dan penyesalan
B.    Bahasa : bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu dan diselingi Bahasa Belanda.
C.  Gaya cerita: gaya cerita yang digunakan dalam novel “Neraka Dunia” ini adalah gaya cerita zaman dahulu. Banyak kata-kata kiasan atau perumpamaan yang digunakan dan bahasa yang sopan, singkat, padat, sehingga mudah dimengerti.


    KD 13.1 Menerangkan sifat-sifat tokoh dari kutipan novel
No.
Novel Angkatan 20-an
Judul : Darah Muda (1927)
Pengarang : Adinoegoro
Novel Angkatan 30-an
Judul : Neraka Dunia (1937)
Pengarang : Nur Sutan Iskandar

Berdasarkan Cara :
1.   Segi fisis
·        Rukmini : Cantik “Rukmini gadis sunda yang cantik” Teknik Tidak Langsung. 

2.   Segi Psisikis
·        Harun: Licik
Dalam usaha memutuskan hubungan, Rukmini dengan Nurdin, Harun masih menggunakan tipu muslihat lain. la mencuri foto Rukmini dari rumah Gafur, sahabat Rukmini” Teknik Langsung.

3.   Segi Sosiologis
·        Nurdin: Menjadi Pemuda Sukses.
Setelah sepuluh tahun lamanya Nurdin menuntut ilmu di Sekolah Dokter (Stovia), akhirnya pemuda asal minangkabau itu berhasil juga menyelesaikannya dengan baik. Resmilah ia menjadi seorang dokter” Teknik Langsung.



1.   Segi fisis
·        Aisyah : Cantik
“Karena  kecantikan Aisah, ia sangat terpikat dengan gadis yang membuat hatinya tergoda”.  Teknik langsung

2.   Segi Psisikis
·        Ahmad Salam: Suka Berbohong
“Sementara Aisah hilang kesadaran dan membuatnya hampir gila, Aisah benci pada Ahmad Salam yang telah membohonginya dan membuat hidupnya sengsara”.  Teknik langsug.

·        Aladin : Jahat
Aladin yang sudah banyak pengalaman tinggal di Surabaya mengajak Akhmad Salam menjelajahi pelosok kota sampai ke lorong-lorong sempit tempat kupu-kupu malam bersarang. Pergaulannya dengan Aladin telah menyeret Akhmad Salam ke jurang nista”. Teknik Langsung

3.   Segi Sosiologis
·        Ahmad Salam : Pengusaha sukses
“Berhubung kedua orangtuanya hendak berangkat naik haji ke Mekah, perusahaan kayu Usaha Kita diserahkan sepenuhnya kepada Akhmad Salam. Di bawah pimpinannya, perusahaan milik ayahnya mendapat kemajuan pesat”. Teknik langsung



1.   Tokoh Protagonis
·        Nurdin :
“Anak yang baik, patuh kepada orang tuanya, rela berkorban untuk orang yang disanginya, dan giat dalam bekerja” Teknik Tidak Langsung

2.   Tokoh Antagonis
·        Harun :
“Pembohong, jahat, ingin merusak kebahagian orang lain, tidak suka dengan kesanangan orang lain.” Teknik Langsung

3.   Tokoh Pro Protagonis
·        Rukmini:
“Wanita yang sholehah, baik hati, patuh kepada orang tuanya, dan giat bekerja.” Teknik Tidak Langsung

4.   Tokoh  Pro Antagonis
·        Orang tua Rukmini:
Ibu Nurdin yang melihat hubungan anaknya dengan Rukmini semakin erat, merasa kurang senang. Menurutnya, sesuai dengan adat yang berlaku, Ibu Rukmini yang mestinya datang kepadanya meminta Nurdin menjadi suami putrinya. Sebab, dalam anggapan ibu Nurdin, anaknya termasuk seorang terpandang yang berpangkat tinggi. Jika ia datang ke rumah ibu Rukmini, hal itu dianggap sebagai perbuatan yang tercela. Di samping itu. perbuatan demikian juga berarti anaknya dianggap sebagai lelaki yang sudah tidak laku” Teknik Langsung.

1.   Tokoh Protagonis
·        Aisyah
“ Aisyah yang sangat sabar kini harus menanggung penderitaan penyakit itu” Teknik langsung

2.   Tokoh Antagonis
·        Ahmad Salam
 Atas pergaulannya dengan Aladin dan menimbulkan penyakit kotor kini Aisyah terkena penyakit kotor itu sehingga membuat Aisyah menjadi gila. –teknik tidak langsung

3.   Tokoh Pro Protagonis
·        Orang Tua Aisyah
“Atas saran orangtuanya, Aisyah pergi berobat ke dokter dan dapat disembuhkan. Akhmad Salam juga berhasil disembuhkan dari enyakit kotor itu setelah berobat dengan tekun dan melaksanakan nasihat-nasihat dokter” Teknik langsung

4.   Tokoh  Pro Antagonis
·        Aladin
Aladin yang sudah banyak pengalaman tinggal di Surabaya mengajak Akhmad Salam menjelajahi pelosok kota sampai ke lorong-lorong sempit tempat kupu-kupu malam bersarang.Sehingga Ahmad Salam terjerumus kedalam pergaulan yang sesat.  Teknik tidak langsung.




    KD 13.2 Menjelaskan alur suatu peristiwa dari suatu novel
No
Novel Angkatan 20
Judul : Darah Muda (1927)
Pengarang : Adinegoro
Novel Angkatan 30
Judul : Neraka Dunia(1934)
Pengarang : Nur Sutan Iskandar

1.
Perkenalan
Setelah sukses menjadi dokter, Nurdin berniat menjumpai kedua orang tuanya. Didalam perjalanan menuju kampung halamannya, Nurdin bertemu dengan seorang gadis asli Sunda yang bernama Rukmini.  Bagi Nurdin, pertemuan dengan Rukmini di kapal, mempunyai arti yang sangat mendalam.
Perkenalan
Saat Ahmad Salam berada di kota Surabaya ia berkenalan dengan Aladin, seorang pemuda bugis. Aladin yang sudah banyak pengalaman tinggal di Surabaya mengajak ahmad Salam untuk mengikuti pergaulannya.
2.
Penanjakan
Ibu Nurdin yang melihat hubungan anaknya dengan Rukmini semakin erat, merasa kurang senang. Menurutnya, sesuai dengan adat yang berlaku, Ibu Rukmini yang harusnya datang kepadanya meminta Nurdin untuk menjadi suami Rukmini.
Penanjakan
Setiap malam bersama Aladin, Ahmad Salam menghabiskan waktu dan uangnya di tempattempat mesum, untuk memburu kenikmatan bersama perempuan-perempuan jalang..
3.
Masalah muncul
Ketika teman sejawat Rukmini, guru Harun datang, dia bermaksud untuk menikahi Rukmini dan menjadi suami dari Rukmini. Lelaki yang menurut pengakuannya baru menceraikan istrinya itu, menceritakan perihal Nurdin, bahwa dokter itu bulan depan akan melangsungkan perkawinan dengan seorang gadis yang kini masih berada Betawi.
Masalah Muncul
Hingga pada suatu hari Ahmad Salam merasakan gatal dan timbul bintik-bintik diseluh tubuhnya, tetapi ia tidak berterus terang kepada orang lain termasuk tidak berobat kedokter. Secara diam-diam ia pergi berobat ke dukun. Kata Dukun, Ahmad Salam terkena penyakit Surabayam. Berkat dukun itu Ahmad Salam merasa dirinya sudah sembuh, dan Ahmad Salam pulang ke Jakarta.
4.
Puncak masalah
Ternyata harun masih menggunakan tipu muslihat lain. Ia mencuri foto Rukmini dari rumah Gafur, sahabtnya Rukmini. Esoknya, ia berpura-pura sakit yang kemudian memanggil dokter Nurdin. Nurdin tentu tidak tahu akal buruk Harun. Begitu selesai memeriksa keadaan Harun, Nurdin melihat ada foto gadis pujaannya itu, tergeletak diatas meja disamping tempat tidur pasiennya, tentunya Nurdin dibuat kaget melihatnya. Kesempatan inilah yang dipergunakan Harun untuk membuat cerita bohong tentang Rukmini.
Puncak Masalah
Pada Suatu hari Ahmad Salam bertemu dengan Rusli, ia diajak berkunjung ke rumah Aisyah. Pertemuannya dengan Aisyah membuat Ahmad Salam tergetar hatinya, dan disambut baik oleh aisyah. Dengan persetujuan kedua orang tua mereka, akhirnya Ahamad Salam menikah dan tinggal dirumah sendiri. Atas perbuatan Ahmad Salam dimasa lalu nya, membuat Aisyah merasakan adanya kelainan-kelaian pada dirinya saat ia sedang mengandung.
5.
Penurunan
Dan akhirnya timbullah penyesalan dalam diri orang tua Nurdin sampai akhirnya ia sakit. Penyesalan yang berkepanjangan itu rupanya, tak dapat ditahannya lagi. Ibunya lalu mengakui kesalahannya, telah berusaha memutuskan hubungan anaknya dengan Rukmini. Pengakuan ibunya dan berita bunuh diri Harun telah menyadarkan  Nurdin bahwa sesungguhnya hubungannya yang putus dengan Rukmini, tidak hanya perbuatan ibunya semata-mata. Tetapi juga karena akal jahat Harun.
Penurunan
Lalu Aisyah mengadukan penderitaannya ke Ahmad Salam tetapi ia hanya merenungi diam. Ahmad Salam sangat menyesal atas perbuatannya, kini penyakit kotor itu menular keistrinya. Akibatnya ia harus menerima kenyataan bahwa istrinya yang tidak berdosa harus menanggung penderitaan. Aisyah menjadi gila akibat penyakit yang dibawa oleh Ahmad Salam
6.
Solusi
Nurdin pun akhirnya jatuh sakit, ia menderita sakit demam, panas, dan mulutnya terus menerus menyebut nama Rukmini, ia pun segera menjumpai Rukmini dan mengakui penyesalannya. Setelah membaca buku harian Rukmini, Nurdin menjadi tambah yakin akan kesetiaan gadis Sunda itu. Maka tak ada alasan bagi Dokter Nurdin, selain segera membangun rumah tangga bersama Rukmini.
Solusi
Atas saran orangtuanya, Aisyah dan Ahmad Salam pergi berobat ke dokter dan melaksanakan nasehat-nasehatnya, penyakit itu berhasil disembuhkan.