DARAH MUDA
KARYA : ADINEGORO
Setelah sepuluh tahun lamanya Nurdin menuntut ilmu di Sekolah Dokter (Stovia),
akhirnya pemuda asal minangkabau itu berhasil juga menyelesaikannya dengan
baik. Resmilah ia menjadi seorang dokter. Segera ia bermaksud menjumpai orang
tuanya. Dalam perjalanan ke kampung halamannya itu, ia bertemu dengan seorang
gadis asal Sunda, bernama Rukmlni. Gadis yang telah menjadi guru HIS itu,
bersama ibunya, bermaksud ke Bangkahulu. Bagi Nurdin, pertemuannya dengan
Rukmini di kapal, punya arti yang sangat mendalam. Setidak-tidaknya telah
membuat sifat Nurdinyang tadinya pendiam jika berhadapan dengan wanita—jadi
berubah, la pun berusaha untuk dapat berkenalan dengan gadis itu.
Seperti
rencananya semula, Nurdin tidak lama tinggal di rumah orang tuanya di Padang.
Ia segera kembali ke Betawi, kemudian bekerja di CBZ, sebuah rumah sakit besar.
Setahun kemudian, ia dipindah tugaskan ke Bukittinggi. Tentu saja, Nurdin
senang dengan kepindahannya itu karena di sana ia akan merasa lebih bebas
melaksanakan tugas-tugasnya. Terlebih lagi orang tuanya yang berharap agar
anaknya itu segera mendapatkan jodohnya. “Hanya pengharapan mereka,
mudah-mudahan anak mereka, …jangan hendaknya jatuh ke tangan seorang bangsa
asing lain.”
Suatu
hari, ketika Nurdin tinggal di rumah pamannya di Padang, ia diajak pamannya ke
sebuah rapat yang merencanakan mendirikan sekolah swasta. Pada saat itulah, ia
mendengar bahwa ada seorang guru perempuan yang melamar pekerjaan di sekolah
itu.
Ternyata,
guru yang dimaksud tidak lain adalah Rukmini. Rapat itu kemudian secara bulat
menyetujui penerimaan Rukmini menjadi guru sekolah itu.
Dalam
pada itu, pamannya punya rencana lain, la ingin agar Nurdin bersedia dijodohkan
dengan putrinya. Secara tersirat, hal itu di kemukakannya kepada Nurdin.
Sebaliknya, dokter muda itu punya pikiran lain dalam memandang soal perjodohan.
Bahkan, ia mengecam adat perkawinan Minangkabau—terutama yang membolehkan
poligami—yang menurutnya harus segera dihilangkan.
Seminggu menjelang Nurdin mengawali pekerjaannya di Bukittinggi, tanpa diduga,
ia berjumpa lagi dengan Rukmini di stasiun Padang. Mereka kemudian mengobrol
berbagai hal yang membuat sepasang manusia itu semakin akrab. Bagi Nurdin,
pertemuan itu justru membuatnya selalu digoda perasaannya yang tak mudah
melupakan gadis Sunda itu. Demikian juga Rukmini. la mulai tertarik dan punya
perasaan lain terhadap dokter yang masih lajang itu. Maka, sudah dapat diduga,
hubungan mereka pun semakin erat, teristimewa ketika ibu Rukmini jatuh sakit.
Hal itu pula yang memungkinkan Nurdin punya kesempatan lebih sering datang ke
rumah Rukmini. Nurdin kemudian berketatapan hati untuk melamar gadis priangan
itu ketika yakin bahwa cintanya berbalas.
Sementara itu, Ibu Nurdin yang melihat hubungan anaknya dengan Rukmini semakin
erat, merasa kurang senang. Menurutnya, sesuai dengan adat yang berlaku, Ibu
Rukmini yang mestinya datang kepadanya meminta Nurdin menjadi suami putrinya.
Sebab, dalam anggapan ibu Nurdin, anaknya termasuk seorang terpandang yang
berpangkat tinggi. Jika ia datang ke rumah ibu Rukmini, hal itu dianggap
sebagai perbuatan yang tercela. Di samping itu. perbuatan demikian juga berarti
anaknya dianggap sebagai lelaki yang sudah tidak laku.
Demikianlah,
atas pertimbangan itu, jalan yang harus dilakukan adalah memutuskan hubungan
anaknya dengan Rukmini. Ibu Nurdin kemudian datang ke rumah Rukmini, tetapi
bukan untuk membicarakan soal perkawinan anaknya dengan Rukmini, melainkan
menyampaikan berita bahwa Nurdin akan segera dikawinkan dengan seorang gadis
anak mamaknya. Sesungguhnya, ini hanya siasat Ibu Nurdin agar Rukmini tak lagi
berhubungan dengan anaknya.
Malam harinya, datang pula rekan sejawat Rukmini, guru Harun. Lelaki yang
menurut pengakuannya baru menceraikan istrinya itu, menceritakan perihal
Nurdin; bahwa dokter itu bulan depan akan melangsungkan perkawinan dengan
seorang gadis yang kini masih berada di Betawi. Dalam kesempatan Itu,
diutarakan pula keinginan Harun untuk memperistri Rukmini.
Dalam usaha memutuskan hubungan, Rukmini dengan Nurdin, Harun masih menggunakan
tipu muslihat lain. la mencuri foto Rukmini dari rumah Gafur, sahabat Rukmini.
Esoknya, ia pura-pura sakit dan kemudian memanggil dokter Nurdin. Nurdin tentu
tidak tahu akal buruk Harun. Yang jelas, begitu ia selesai memeriksa Harun, la
melihat foto gadis pujaannya itu, tergeletak di atas meja di samping tempat
tidur pasiennya. Tentu saja Nurdin kaget dibuatnya dan kemudian bertanya
tentang foto itu. Kesempatan inilah yang dipergunakan Harun untuk membuat
cerita bohong tentang Rukmini. Tanpa diselidiki dahulu, Nurdin percaya pada
cerita Harun, la pun segera memuluskan hubungan dengan Rukmini sungguhpun
dengan perasaan berat.
Melihat perkembangan itu, Ibu Nurdin tentu sangat gembira, la merasa tipu
muslihatnya telah berhasil. Sebaliknya, Nurdin yang begitu kecewa, tidak peduli
lagi dengan keadaan di sekelilingnya. Begitu pula Nurdin, tidak lagi
memperhaikan kesehatannya. Timbullah penyesalan dalam diri orang tua Nurdin
sampai akhirnya
Ia sakit. Penyesalan yang berkepanjangan Itu rupanya tak dapat ditahan-tahan lagi. Ibunya lalu mengakui kesalahannya, telah berusaha memutuskan hubungan anaknya dengan Rukmini. Tidak berapa lama setelah itu, ibunya meninggal dunia.
Ia sakit. Penyesalan yang berkepanjangan Itu rupanya tak dapat ditahan-tahan lagi. Ibunya lalu mengakui kesalahannya, telah berusaha memutuskan hubungan anaknya dengan Rukmini. Tidak berapa lama setelah itu, ibunya meninggal dunia.
belakangan,
datang pula kabar tentang Harun. Lelaki itu ternyata telah melakukan berbagai
kejahatan hingga dijebloskan ke penjara. Di penjara Harun menghabisi nyawa nya
sendiri dengan cara menggantung diri.
Pengakuan
Ibunya dan berita bunuh diri Harun, telah menyadarkan Nurdin bahwa sesungguhnya
hubungannya yang putus dengan Rukmini, tidak hanya perbuatan Ibunya
semata-mala. Tetapi juga karena akal jahat Harun. Namun, keadaan demikian Itu
juslra membuat Nurdin amat menderita; suatu penyakit yang ia sendiri tak tahu
obatnya.
Nurdin
begitu menyesali perbuatan yang telah dilakukan almarhumah ibunya. Lebih dari
itu, kini perasaan rindunya kepada Rukmini makin tak tertahankan, apalagi
mengingat bahwa Rukmini sama sekali tidak berdosa. Kini, Nurdin benar-benar
sakit demam, panas, dari mulutnya meluncur terus nama Rukmini. Maka, segera ia
menyuruh seseeorang untuk menjemput Rukmini dan menyatakan penyesalannya.
Petang harinya Rukmini datang memenuhi panggilan Nurdin. Sepasang anak manusia
itu pun bertemu kembali. “Waktu mereka mula-mula bertemu muka, mereka
bertentang-tentangan sejurus lamanya, dan yang sejurus itu cukuplah akan
menyatakan kepada mereka masing-masing, bahwa api percintaan, yang ada di dalam
hati mereka masing-masing, belumlah padam,sungguhpun selama Ini tidak kelihatan
keluar.”
Belakangan,
setelah Nurdin membaca buku harian Rukmini, ia tambah yakin akan kesetiaan
gadis Sunda itu. Maka tak ada alasan bagi Dokter Nurdin, selain segera
membangun rumah tangga bersama Rukmini.
Judul
: Neraka Dunia
Pengarang
: Nur Sutan Iskandar
Novel
‘Neraka Dunia’ menceritakan tentang kisah sedih seorang pemuda bernama Ahmad
Salam Bin Haji Munir, seorang pengusaha muda yang sukses meneruskan toko `Usaha
Kita` milik Ayahnya. Di masa mudanya Ia memiliki kenangan yang kelam. Setiap
malam ia pergi keluar untuk mencari kesenangan sesaat. Hal itu sering ia
lakukan, hingga ia bertemu dengan Siti Delima, seorang anak komidi bangsawan.
Bersamanya ia pergi sampai ke Surabaya. Namun disana ia ditinggalkan begitu
saja oleh Siti Delima. Lalu bertemu dengan Sulastri, kejadian bersama Siti
Delima kembali terulang, Sulastri menghilang tanpa jejak.
Dalam pergaulannya bertemulah Ahmad Salam dengan
seorang pemuda bernama Aladin.Dengan pemuda
inilah ia merasa cocok untuk mencari kesenangan di kota Surabaya tersebut.
Tidak mengherankan apabila mereka berdua hafal benar tempat tempat “pelacuran”
di kota ini. Begitulah Ia habiskan malam dengan penuh suka di lorong-lorong
hitam tersebut. Karena seringnya, mereka berdua
menderita penyakit raja singa atau sifilis. Aladin yang dirawat di rumah sakit, akhirnya meninggal .Sementara Ahmad
Salam, setelah memeriksakan diri ke seorang dukun, dinyatakan sembuh.Setelah
dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut,kembalilah Dia ke Jakarta untuk
meneruskan usaha ayahnya sebagai pemilik toko.
Suatu malam atas jasa Rusli, Ahmad Salam bertemu
dengan Aisah.Karena
kecantikan Aisah, ia sangat
terpikat dengan gadis yang membuat hatinya tergoda, akhirnya ia
menikah dengan Aisah dengan penuh cinta dan
kebahagiaan, tanpa memberitahukan penyakit yang dideritanya, karena takut Aisah
menolaknya.
Buah
hati yang diharapkan pun akan segera menemani hidupnya, namun penyakit lama yang ia derita, selalu menghantuinya dan membuat
ia takut terjadi sesuatu pada anak dan istrinya tercinta. Semakin tua kandungan
Aisah, kondisinya semakin lemah. Anak yang dilahirkannya pun tidak begitu
sehat, bayi tersebut bertubuh kecil serta kering. Belum sebulan hidup didunia
anak itu kembali mengahadap Sang Pencipta. Sementara Aisah hilang kesadaran dan
membuatnya hampir gila, Aisah benci pada Ahmad Salam yang telah membohonginya
dan membuat hidupnya sengsara. Melihat keadaan demikian banyak yang prihatin.Atas
kesabaran kerabatnya serta perawatan dokter yang rutin,akhirnya Aisah sembuh
dari penyakitnya, begitu pula Ahmad Salam akhirnya sembuh pula dari
penyakitnya.Setelah itu, mereka memulai lagi kehidupan rumah tangga dan hidup
berbahagia.
KD.15.2.
Membandingkan karakteristik Novel angkatan 20 dan 30 an.
NO.
|
NOVEL
ANGKATAN 20-AN
JUDUL :
DARAH MUDA (1927)
PENGARANG
: ADINEGORO
|
NOVEL
ANGKATAN 30-AN
JUDUL :
NERAKA DUNIA (1937)
PENGARANG
: NUR SUTAN ISKANDAR
|
1.
|
Adat :
-
Menurut adat yang berlaku, jika
seorang laki-laki menyukai seorang perempuan, maka ibu dari perempuan itulah
yang harus menghampiri lelaki itu, untuk meminta lelaki itu menjadi suami
untuk anaknya.
|
Adat:
- Sebagai
orang islam Ahmad membantu kedua orang tuanya yang sedang oergi haji, tapi
dalam pergaulannya bersama Aladin telah menyeret Ahmad Salam ke dalam jurang
nista
|
Kebiasaan :
- Selalu
berbuat baik kepada orang yang dicintai agar tertarik dan ingin menikah.
- Jika
akan menikah, harus diutamakan memakai adat minangkabau, terutama yang
membolehkan poligami, menurutnya harus segera dihilangkan.
|
Kebiasaan :
- Ahmad
Salam setiap malam bersama Aladin menghabiskan waktu untuk memburu kenikmatan
bersama perempuan-perempuan.
- Ahmad
Salam membohongi Aisah tentang penyakit yang dideritanya.
|
|
Moral :
- Perilaku
baik Nurdin :
Selalu
membantu orang tua dan rela berkorban untuk orang yang disayanginya.
Perilaku
baik Rukmini :
Selalu
mensuport apa yang dilakukan kekasihnya dalam hal yang baik, dan selalu patuh
kepada orang tuanya.
- Perilaku
buruk Harun :
Membohongi
orang untuk menceritakan kejelekan orang lain, yang ternyata kejelekan itu
tidak ada pada diri orang tersebut.
|
Moral :
- Perilaku
baik Ahmad:
Membantu kedua
orang tuanya untuk meneruskan toko “Usaha Kita”
- Perilaku
buruk Ahmad:
Suka berbohong
kepada istrinya dan suka memburu kenikmatan bersama perempuan-perempuan.
|
|
2.
|
Karakteristik :
A. Tema:
Kesetiaan dan kepedulian seorang lelaki
B. Bahasa : bahasa
yang digunakan adalah bahasa indonesia dan ada sedikit campuran bahasa padang.
C. Gaya cerita : gaya cerita yang digunakan dalam novel “
Darah Muda” ini adalah gaya cerita zaman dahulu. Terdapat beberapa kalimat
yang menggunakan bahasa perumpamaan dan bahasa yang digunakan sopan, singkat,
padat, dan mudah dimengerti.
|
Karakteristik:
A. Tema : Kesetiaan dan
penyesalan
B. Bahasa : bahasa yang
digunakan adalah Bahasa Melayu dan diselingi Bahasa Belanda.
C. Gaya cerita: gaya cerita yang
digunakan dalam novel “Neraka Dunia” ini adalah gaya cerita zaman dahulu.
Banyak kata-kata kiasan atau perumpamaan yang digunakan dan bahasa yang
sopan, singkat, padat, sehingga mudah dimengerti.
|
KD 13.1 Menerangkan
sifat-sifat tokoh dari kutipan novel
No.
|
Novel
Angkatan 20-an
Judul :
Darah Muda (1927)
Pengarang
: Adinoegoro
|
Novel
Angkatan 30-an
Judul :
Neraka Dunia (1937)
Pengarang
: Nur Sutan Iskandar
|
Berdasarkan Cara :
1.
Segi fisis
·
Rukmini : Cantik
“Rukmini gadis sunda yang cantik” Teknik Tidak Langsung.
2.
Segi Psisikis
·
Harun: Licik
“Dalam
usaha memutuskan hubungan, Rukmini dengan Nurdin, Harun masih menggunakan
tipu muslihat lain. la mencuri foto Rukmini dari rumah Gafur, sahabat Rukmini” Teknik Langsung.
3.
Segi Sosiologis
·
Nurdin:
Menjadi Pemuda Sukses.
“Setelah sepuluh tahun lamanya Nurdin
menuntut ilmu di Sekolah Dokter (Stovia), akhirnya pemuda asal minangkabau
itu berhasil juga menyelesaikannya dengan baik. Resmilah ia menjadi seorang
dokter” Teknik Langsung.
|
1.
Segi fisis
·
Aisyah : Cantik
“Karena kecantikan Aisah, ia sangat terpikat dengan gadis yang membuat hatinya tergoda”. Teknik langsung
2.
Segi Psisikis
·
Ahmad Salam:
Suka Berbohong
“Sementara
Aisah hilang kesadaran dan membuatnya hampir gila, Aisah benci pada Ahmad
Salam yang telah membohonginya dan membuat hidupnya sengsara”. Teknik langsug.
·
Aladin : Jahat
“
Aladin yang
sudah banyak pengalaman tinggal di Surabaya mengajak Akhmad Salam menjelajahi
pelosok kota sampai ke lorong-lorong sempit tempat kupu-kupu malam bersarang. Pergaulannya dengan Aladin telah
menyeret Akhmad Salam ke jurang nista”. Teknik Langsung
3.
Segi Sosiologis
·
Ahmad Salam : Pengusaha sukses
“Berhubung kedua orangtuanya hendak berangkat naik haji ke
Mekah, perusahaan kayu Usaha Kita diserahkan sepenuhnya kepada Akhmad Salam.
Di bawah pimpinannya, perusahaan milik ayahnya mendapat kemajuan pesat”.
Teknik langsung
|
|
1.
Tokoh Protagonis
·
Nurdin :
“Anak yang baik, patuh kepada orang tuanya, rela berkorban untuk orang
yang disanginya, dan giat dalam bekerja” Teknik Tidak Langsung
2.
Tokoh Antagonis
·
Harun :
“Pembohong,
jahat, ingin merusak kebahagian orang lain, tidak suka dengan kesanangan
orang lain.” Teknik Langsung
3.
Tokoh Pro Protagonis
·
Rukmini:
“Wanita yang sholehah, baik hati, patuh kepada orang tuanya, dan giat
bekerja.” Teknik Tidak Langsung
4.
Tokoh Pro Antagonis
·
Orang tua Rukmini:
“Ibu Nurdin yang melihat hubungan
anaknya dengan Rukmini semakin erat, merasa kurang senang. Menurutnya, sesuai
dengan adat yang berlaku, Ibu Rukmini yang mestinya datang kepadanya meminta
Nurdin menjadi suami putrinya. Sebab, dalam anggapan ibu Nurdin, anaknya
termasuk seorang terpandang yang berpangkat tinggi. Jika ia datang ke rumah
ibu Rukmini, hal itu dianggap sebagai perbuatan yang tercela. Di samping itu.
perbuatan demikian juga berarti anaknya dianggap sebagai lelaki yang sudah
tidak laku” Teknik Langsung.
|
1.
Tokoh
Protagonis
·
Aisyah
“ Aisyah yang sangat sabar kini
harus menanggung penderitaan penyakit itu” Teknik langsung
2.
Tokoh Antagonis
·
Ahmad Salam
Atas pergaulannya dengan Aladin dan
menimbulkan penyakit kotor kini Aisyah terkena penyakit kotor itu sehingga
membuat Aisyah menjadi gila. –teknik tidak langsung
3.
Tokoh Pro Protagonis
·
Orang Tua Aisyah
“Atas saran orangtuanya, Aisyah pergi berobat
ke dokter dan dapat disembuhkan. Akhmad Salam juga berhasil disembuhkan dari
enyakit kotor itu setelah berobat dengan tekun dan melaksanakan
nasihat-nasihat dokter” Teknik
langsung
4.
Tokoh Pro Antagonis
·
Aladin
“Aladin yang sudah banyak
pengalaman tinggal di Surabaya mengajak Akhmad Salam menjelajahi pelosok kota
sampai ke lorong-lorong sempit tempat kupu-kupu
malam bersarang.Sehingga Ahmad Salam terjerumus kedalam pergaulan yang
sesat.”
Teknik tidak langsung.
|
KD 13.2 Menjelaskan
alur suatu peristiwa dari suatu novel
No
|
Novel Angkatan 20
Judul : Darah Muda (1927)
Pengarang : Adinegoro
|
Novel Angkatan 30
Judul : Neraka Dunia(1934)
Pengarang : Nur Sutan Iskandar
|
1.
|
Perkenalan
Setelah
sukses menjadi dokter, Nurdin berniat menjumpai kedua orang tuanya. Didalam
perjalanan menuju kampung halamannya, Nurdin bertemu dengan seorang gadis
asli Sunda yang bernama Rukmini. Bagi
Nurdin, pertemuan dengan Rukmini di kapal, mempunyai arti yang sangat mendalam.
|
Perkenalan
Saat Ahmad
Salam berada di kota Surabaya ia berkenalan dengan Aladin, seorang pemuda
bugis. Aladin yang sudah banyak pengalaman tinggal di Surabaya mengajak ahmad
Salam untuk mengikuti pergaulannya.
|
2.
|
Penanjakan
Ibu Nurdin
yang melihat hubungan anaknya dengan Rukmini semakin erat, merasa kurang
senang. Menurutnya, sesuai dengan adat yang berlaku, Ibu Rukmini yang
harusnya datang kepadanya meminta Nurdin untuk menjadi suami Rukmini.
|
Penanjakan
Setiap
malam bersama Aladin, Ahmad Salam menghabiskan waktu dan uangnya di
tempattempat mesum, untuk memburu kenikmatan bersama perempuan-perempuan
jalang..
|
3.
|
Masalah muncul
Ketika
teman sejawat Rukmini, guru Harun datang, dia bermaksud untuk menikahi
Rukmini dan menjadi suami dari Rukmini. Lelaki yang menurut pengakuannya baru
menceraikan istrinya itu, menceritakan perihal Nurdin, bahwa dokter itu bulan
depan akan melangsungkan perkawinan dengan seorang gadis yang kini masih
berada Betawi.
|
Masalah Muncul
Hingga
pada suatu hari Ahmad Salam merasakan gatal dan timbul bintik-bintik diseluh
tubuhnya, tetapi ia tidak berterus terang kepada orang lain termasuk tidak
berobat kedokter. Secara diam-diam ia pergi berobat ke dukun. Kata Dukun,
Ahmad Salam terkena penyakit Surabayam. Berkat dukun itu Ahmad Salam merasa
dirinya sudah sembuh, dan Ahmad Salam pulang ke Jakarta.
|
4.
|
Puncak masalah
Ternyata
harun masih menggunakan tipu muslihat lain. Ia mencuri foto Rukmini dari
rumah Gafur, sahabtnya Rukmini. Esoknya, ia berpura-pura sakit yang kemudian
memanggil dokter Nurdin. Nurdin tentu tidak tahu akal buruk Harun. Begitu
selesai memeriksa keadaan Harun, Nurdin melihat ada foto gadis pujaannya itu,
tergeletak diatas meja disamping tempat tidur pasiennya, tentunya Nurdin dibuat
kaget melihatnya. Kesempatan inilah yang dipergunakan Harun untuk membuat
cerita bohong tentang Rukmini.
|
Puncak Masalah
Pada Suatu
hari Ahmad Salam bertemu dengan Rusli, ia diajak berkunjung ke rumah Aisyah.
Pertemuannya dengan Aisyah membuat Ahmad Salam tergetar hatinya, dan disambut
baik oleh aisyah. Dengan persetujuan kedua orang tua mereka, akhirnya Ahamad
Salam menikah dan tinggal dirumah sendiri. Atas perbuatan Ahmad Salam dimasa
lalu nya, membuat Aisyah merasakan adanya kelainan-kelaian pada dirinya saat
ia sedang mengandung.
|
5.
|
Penurunan
Dan
akhirnya timbullah penyesalan dalam diri orang tua Nurdin sampai akhirnya ia
sakit. Penyesalan yang berkepanjangan itu rupanya, tak dapat ditahannya lagi.
Ibunya lalu mengakui kesalahannya, telah berusaha memutuskan hubungan anaknya
dengan Rukmini. Pengakuan ibunya dan berita bunuh diri Harun telah
menyadarkan Nurdin bahwa sesungguhnya
hubungannya yang putus dengan Rukmini, tidak hanya perbuatan ibunya
semata-mata. Tetapi juga karena akal jahat Harun.
|
Penurunan
Lalu
Aisyah mengadukan penderitaannya ke Ahmad Salam tetapi ia hanya merenungi
diam. Ahmad Salam sangat menyesal atas perbuatannya, kini penyakit kotor itu
menular keistrinya. Akibatnya ia harus menerima kenyataan bahwa istrinya yang
tidak berdosa harus menanggung penderitaan. Aisyah menjadi gila akibat
penyakit yang dibawa oleh Ahmad Salam
|
6.
|
Solusi
Nurdin pun
akhirnya jatuh sakit, ia menderita sakit demam, panas, dan mulutnya terus
menerus menyebut nama Rukmini, ia pun segera menjumpai Rukmini dan mengakui
penyesalannya. Setelah membaca buku harian Rukmini, Nurdin menjadi tambah
yakin akan kesetiaan gadis Sunda itu. Maka tak ada alasan bagi Dokter Nurdin,
selain segera membangun rumah tangga bersama Rukmini.
|
Solusi
Atas saran
orangtuanya, Aisyah dan Ahmad Salam pergi berobat ke dokter dan melaksanakan
nasehat-nasehatnya, penyakit itu berhasil disembuhkan.
|